RSS

AKU DAN GADIS BERKERUDUNG…

26 Jan

Rintik hujan mulai membasahi tubuhku. Aku berlari kecil untuk sampai ketempat kost-ku. Tidak begitu jauh dari aku turun dari angkutan umum. Aku terus menutupi kepalaku dengan tas sepanjang aku berlari kecil. Mataku terhenti ketika melihat seorang perempuan berkerudung dibawah teduh payung ungu. Memakai pakaian tertutup dengan kerudung merah jambunya. Aku makin terkesima ketika ia melontarkan senyumannya kepadaku. Aku berhenti, tanpa kusadari aku memperhatikannya hingga ia masuk kesebuah rumah sederhana yang disekitarnya banyak sekali bunga-bunga. Sulitku percaya dia begitu mempesonaku. Oh My God! Teriaku dalam hati. Seketika hujan turun memukul-mukul pundakku. Aku terlonjak kaget lalu menutupi kepalaku lagi dengan tasku dan berlari untuk sampai ketempat kost-ku dan meninggalkan rumah itu.

“Ndre? Kenapa lu basah kuyup begitu?” Tanya teman sekamarku, namanya Muhammad. Aku hanya menyunggingkan senyuman. “Kehujanan?” ujarnya lagi dan mulai beranjak dari tempatnya lalu menyambar dan melemparkan handuk kepadaku.

“Thanks..” ujarku lalu duduk ditepi kasur. Muhammad ternyata masih memandangiku dengan heran. “Kenapa mad?” tanyaku ikut keheranan. Muhammad hanya menggelengkan kepala. Lalu menghampiri tempatnya lagi yaitu meja belajarnya. Aku ikut menghampirinya. Kulihat Muhammad sedang menyalin tulisan arab dari sebuah kitabnya, yang pernah kudengar kalau nama kitabnya itu adalah Al-Qur’an.

“Tugas Kuliah mad?” tanyaku lagi. Muhammad menggelengkan kepala lagi, lalu membetulkan posisi kaca matanya. “Terus? Itu buat apa?” ujarku agak penasaran. “Gue lagi belajar nulis arab ndre…” ucap Muhammad dengan pandangan lurus kearah tulisan-tulisan itu.

“Emang ada mata kuliah lu yang bahasa arab?” ucap ku semakin penasaran mengetahui apa yang sedang Muhammad kerjakan. “Engga ada sih ndre. Gue pengen memperdalam ilmu menulis arab gue. Karna Al-Qur’an dari bahasa arab…” ujar Muhammad menjelaskan. Jujur aja, aku tidak mengerti sama sekali dengan ucapan Muhammad tadi. “Emangnya diagama lu ada peraturannya?” “Haha..ndre ndre. Ada ada aja lu. Islam itu selalu mengajarkan agar selalu menuntut ilmu. Yang gue lagi lakuin ini adalah menuntut ilmu..” jelas Muhammad. Tiba-tiba aku memegang kalung salib yang terlilit cukup lama dileherku. “Gue gak pernah coba mempelajari  Injil gue mad. Gue malahan gak ngerti  sama kitab gue itu. Salah gak sih kalau gue gak pernah mempelajarinya mad?” Tanyaku keMuhammad. Terlihat jelas dari raut wajah Muhammad yang tidak mengerti.

“Hahahaha..Andre andre. Setau gue, jika seseorang mempercayai salah satu dari semua macam agama, ia harus berusaha mengerti dengan apa yang dia anut…” ucap Muhammad. Sekarang aku yang tidak mengerti ucapannya. Muhammad melanjutkan pekerjaannya. Aku menghampiri lemari belajarku, lalu memperhatikan Injilku dari jarak dekat tanpa menyentuh. Suasana hening.

“Mad..” ujarku. “Euumm?” jawab Muhammad. “Udah lama banget gue gak jumpai Jesus.  Udah lama juga gue gak berdoa…” ucapku lirih. “Kenapa lo gak ikut kebaktian hari Sabtu dikampus Ndre?” Tanya Muhammad. “Gak tau kenapa, gue ngerasa beda pas liat suasana Gereja dikampus, dengan suasana Masjid dikampus.” Ujarku datar. “Hah? Maksud lo gimana ndre?” ujar Muhammad. Aku terdiam karna aku juga tidak mengerti dengan ucapanku tadi.

                Pagi ini cerah sekali. Aku sengaja melewati jalan yang kemarin aku lewati. Aku berharap akan bertemu dengannya lagi. Kuperlambat langkahku ketika dua meter jarak dari rumahnya. Aku terkejut dengan apa yang kulihat. Aku melihat perempuan berkerudung yang aku cari kemarin. Ia sedang menyiram bunga-bunga disekitar teras rumahnya. Aku memandanginya sambil mencoba memperlambat langkahku. Ia menoleh kearahku, dan…..tersenyum. jantungku berdegup dengan kencang dan aku merasa terbang. Aku membalas senyumannya. Bibirku terasa bergetar. Setelah melewati rumahnya, aku mempercepat langkahku dan akhirnya aku berlari dengan senyuman menyertaiku.

                Sekarang aku sangat bersemangat berangkat kekampus. Setiap pagi aku melewati rumahnya dan melihatnya. Disuatu ketika, Muhammad ingin berangkat bersama denganku Muhammad bertanya tanya keheranan, mengapa aku melewati jalan yang nyatanya cukup jauh dari terminal bus didepan. Aku hanya tersenyum dan memanglingkan wajahku. Ketika melewati rumahnya, ternyata ia sedang menyiram bunga seperti biasa dan tersenyum kepadaku. Tiba-tiba Muhammad menyapanya. “Assalamu’alaikum, Aisyah…” ujar Muhammad mengejutkanku. Ia hanya membalas dengan senyuman. Setelah melewati rumahnya, aku menggebu-gebu untuk bertanya kepada Muhammad.

“Mad, lo kenal sama perempuan tadi?” Tanya ku menggebu-gebu. “Ohh yang tadi?” aku mengangguk keras. “Siapa namanya?” tanyaku lagi. “Namanya Aisyah…” ujar Muhammad keheranan. Senyumku mulai mengembang. Yes! Berhasil tau namanya. Gumamku dalam hati.

                Matahari sudah tenggelam. Badanku lelah sekali dan akhirnya aku putuskan untuk tidak melewati jalan rumahnya. Ketika aku melewati Masjid, aku terkejut bukan kepalang. Ternyata Aisyah baru keluar dari masjid. Dengan kerudung dan pakaian ungu. Aku terpesona melihatnya. Tanpa kusadari aku berdiri diam. Hingga Aisyah menghampiriku.

“Kamu kenapa?” ucapnya terdengar lembut sekali ditelingaku. “Ehh?” aku tersadar dengan wajah kebingungan. “Kamu kenapa?” ujarnya ulang. “Ohh, gak kenapa-kenapa kok. Hehe..” ucapku salah tingkah. “Kamu udah solat maghrib? Waktu Isya sudah dekat..” ucapnya. Aku tidak mengerti dengan ucapannya. “Hmm..udah kok.” Ujarku ragu-ragu. Aisyah tersenyum kepadaku. Ohh God! Jarak sedeket ini bisa bikin gue pingsan. Teriak ku dalam hati. “Assalamu’alaikum” ucapnya lalu pergi begitu saja.

                Aku berlari hingga sampai ketempat kost-ku saking senangnya. Ku hampiri Muhammad yang sedang melipat sarungnya dengan nafas terengah-engah. “Lo kenapa ndre?” ujar Muhammad heran. Aku hanya tersenyum. “Ndre? Kesambet setan mana lo?..” . aku masih tersenyum, “Masya Allah, ndre. Lo kenapa?heh!!” Muhammad mulai berteriak dan mengguncang-guncangkan tubuhku. Aku masih tersenyum, “Gue rasa, gue jatuh cinta Mad.” “Gue mau jadi orang islam…” “??????” tidak ada jawaban dari Muhammad. Muhammad terdiam, tanpa mengeluarkan sepatah katapun. “Maksud lo???” ucap Muhammad heran. “Gue jatuh cinta sama Aisyah,bro. sumpah! Gue mau jadi orang islam demi bisa deket sama Aisyah…” jelasku kepada Muhammad. “Subhanallah…” ujar Muhammad.

                Hari ini, aku sah menjadi seorang muslim. Disaksikan banyak orang dan didampingi Muhammad. Entah mengapa, aku merasa bahagia dengan perbuatanku ini. Namaku bukan Andrea-Tan lagi. Sekarang namaku adalah Ibrahim. Semua keterangan agamaku yang tadinya adalah Protestan sekarang sudah berganti menjadi Islam. Muhammad banyak mengajariku tentang ajaran Islam. Mulai dari Solat hingga berzikir. Sungguh kunikmati agamaku sekarang. Sekarang aku tau, mengapa Muhammad begitu menyukai Islam yang sekarang menjadi agamaku juga.

                Aku sudah membakar habis kalung salib peninggalan keluarga Tan. Aku ingin membuka lembar baru dengan nama Ibrahim. Mudah-mudahan Aisyah dapat menerimaku sekarang. Selasa pagi, aku sengaja melewati rumah Aisyah, tidak kulihat Aisyah. Hari berikutnya, aku juga tidak melihat Aisyah. Dan seterusnya. Sudah sebulan lebih aku tidak melihat Aisyah.

Suatu ketika, di sabtu sore aku terkejut dengan apa yang kulihat. Bendera kuning terselip disela dinding rumah Aisyah. Begitu ramai orang. Aku bergegas pergi kesana. Lututku lemas tidak terkira. Aisyah terbaring membisu, wajahnya pucat pekat, tubuhnya beku seperti patung. Air mataku terurai begitu saja dipipiku. Sekarang aku mengerti bahwa begitu adilnya Allah kepada ciptaannya. Allah memberikan kehidupan baru untukku, tetapi Allah mencabut kehidupan Aisyah. Aku semakin kokoh mempertahankan Islamku. Aku menangis walaupun itu tidak pantas. Akhir pertemuanku dengan Aisyah hanya dengan senyuman dari Aisyah diakhir hidupnya. 

THE END
 
Leave a comment

Posted by on January 26, 2012 in FanFiction

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: