RSS

ONE LOVE part 3

26 Jan
Hari ini adalah tes program beasiswa di Generation High School. Semua kru repot mencarikanku pakaian baru, mengajariku sebisa mereka. Aku senang mereka mendukungku. Aku sangat bersemangat untuk mengikuti tes. Chondoong oppa, unnie Krystal, Minho oppa juga ikut mengantarku ketempat tes. Banyak peserta yang ingin ikut. Tiba-tiba aku berfikir kalau aku tidak mampu. Tetapi, unnie Krystal dan Chondoong oppa terus menyemangatiku. Jantungku berdegup dengan sangat kencang. Walaupun aku seorang penyanyi  jalanan, aku yakin bisa menyelesaikan tes itu.
Waktu tes dimulai. Aku harus memasuki ruangan yang sudah ditentukan. Unnie Krystal melepaskan tanganku yang sedari tadi ia genggam erat. Dapat kurasakan unnie sangat gugup. Ia terus menyemangatiku. Chondoong oppa berpesan agar aku lebih focus dan teliti dalam mengerjakan soal. Chondoong oppa juga sempat menyemangatiku dengan berteriak ‘Ji Eun, Fighting!’ aku sangat senang mendengarnya. Aku harus bisa menyelesaikan tes ini. Teriak ku dalam hati.
Aku duduk dibangku yang telah ditentukan. Diatas meja sudah terlihat kertas soal dan lembar jawaban untukku yang masih tertutup. Jantungku mulai berdegup lagi. Aku menghela nafas lalu membuangnya keras-keras. Aku menoleh kearah sampingku, pada saat seseorang menggeret kursi. Aku tersenyum padanya. Dia membalas senyumanku. Dia seorang gadis cantik, yang terlihat sangat pintar dan kaya raya. Harapanku mulai terkikis sedikit demi sedikit. Aku menghela nafas lagi.
“Hai..” ujarnya tiba-tiba. Aku sontak menoleh kearahnya. “Ohh, hai..” ucapku lalu tersenyum. “Mau masuk Generation High School juga?” tanyanya padaku. Aku hanya mengangguk. Dia terlihat malu-malu, tetapi sikapnya yang pemalu malah membuatnya lebih terlihat cantik. Rambutnya panjang indah dan lurus. Lalu kuperhatikan rambutku yang kusam karna terbakar sinar matahari, rambutku juga tidak panjang. Rambutnya tergerai indah, sedangkan aku dikuncir dua seperti anak TK. Kesal ku dalam hati. Dengan cepat kubuang pemikiran konyol itu.
“Sulli..” ujarnya tiba-tiba lagi. “Heh? Emmm…Ji Eun..” jawabku sedikit merasa heran. “Senang berkenalan denganmu..” ucapnya lalu tersenyum. Matanya terkubur didalam kelopaknya. Sangat cantik. Ujarku dalam hati. “Ya..aku juga..” tukasku lalu tersenyum aneh. “Semoga aku bisa bertemu denganmu nanti sebagai siswi Generation High School ya..” ujarnya lagi. Aku hanya mengangguk. Sekarang aku mulai merasa dia sangat menggemaskan.
Ujian pun dimulai. Kami tidak saling berbicara lagi. Kami sibuk dengan kertas soal yang diberikan. Aku berdoa kepada tuhan agar aku bisa masuk dan lulus tes ini dengan baik. Wajah Sulli terlihat begitu serius. Sungguh, jika aku laki-laki aku pasti sudah menyukainya. Waktu ujian pun selesai. Aku keluar dari ruangan bersamaan dengan Sulli. Aku mulai terbiasa dengan Sulli.
Unnie Krystal langsung menghampiriku dari banggku tunggu. Wajahnya begitu tegang. Diikuti oleh Chondoong oppa dan Minho oppa. “Bagaimana?” ujar unnie menggebu-gebu. Aku memperhatikan wajah-wajah mereka. “Hmm..aku sudah berusaha semampuku. Mudah-mudahan hasil tes mengatakan kalau aku lulus…” ucapku kepada mereka semua. Dapat kudengar mereka menghembuskan nafas keras-keras. Kulihat Sulli hanya menundukkan kepala.
“Ohh iya, ini Sulli. Sulli, ini unnie dan oppa ku. Yang ini unnie Krystal, Chondoong oppa, dan itu Minho oppa..” jelasku kepada Sulli. “Ahh..aku Sulli. Senang berjumpa dengan kalian.” Ujar Sulli dan langsung membungkukkan badan. “Aku juga senang bertemu denganmu Sulli..”ujar unnie Krystal sangat ramah. Chondoong oppa hanya tersenyum. Sepertinya Chondoong oppa juga tegang dengan kejadian hari ini. “Ohh iya, kalian ingin temaniku makan siang?” ujar sulli kepada kami. Kami saling berpandang-pandangan.
“Hmm…aku rasa tidak kali ini sulli..” ujarku kepada Sulli. Terlihat wajah kecewa dari wajah Sulli. “Sebaiknya kalian berdua temani Sulli..” ujar Chondoong oppa tiba-tiba. “Mwo? Siapa yang kau maksud?” ujar unnie Krystal. “Kau dan Ji Eun..aku dan Minho ada urusan.” Ujar Chondoong oppa lagi. Saat aku ingin sanggah perkataan Chondoong oppa, sulli memohon kepadaku, “Aku mohon….” Ujar sulli sangat memohon. Akhirnya aku dan unnie Krystal menuruti permintaan sulli.
Sulli adalah gadis yang cantik dan baik hati. Dia juga gadis yang kaya raya. Tidak bisa dipungkiri jika dia tidak banyak memiliki penganggum.  Sulli membelikanku handphone. Aku begitu terkejut saat dia membelikannya untukku. Sulli berkata bahwa ia ingin menjadi teman terbaikku. Aku hanya mengangguk. Sungguh sulit kupercaya. Padahal, aku baru bertemu dengannya kemarin. Ia jugamembelikanku handphone dan mentraktirku makan bersama unnie Krystal. Mengajakku menonton film di Movie Teater. Sudah Nampak jelas, Sulli gadis yang sangat baik.
hari ini adalah keputusan hasil tes ku akan dikirim keBasecamp. Aku menanti dengan sangat cemas. Unnie Krystal sudah mondar-mandir selama satu jam. Chondoong oppa hanya duduk diam disampingku. Semua kru terlihat sangat tegang untuk menanti. Jantungku berdetak lebih kencang. Sebuah motor berhenti tepat didepan Basecamp. Klaksonnya berbunyi. Kami berhamburan keluar dari Basecamp. Petugas pengantar, menghampiri kami.
“Benarkah disini alamatnya, Nn. Lee Ji Eun?” ujar petugas pengantar. “Ya benar…saya Lee Ji Eun.” Ujarku menggebu-gebu. “Ini surat dari Generation High School..mohon diterima. Lalu ini surat trimanya..” ujar petugas pengantar sambil menyodorkan surat tersebut. Kutrima surat tersebut. Setelah kutanda tangani surat trimanya, petugas itupun pergi dari hadapan kami.
Tanganku gemetar, rasanya seperti terkena guncangan hebat. Semua kru diam karna penasaran dengan hasil tesku. Kubuka perlahan,….kukerutkan keningku. Aku cemberut. Semua kru ikut cemberut. “bagaimana?” ujar unnie Hoya tidak sabar. “Aku….” Ucapku datar. Semua kru memperhatikanku. “Aku…diterimaa!!!”sorak ku. Semua kru bersorak gembira. Akhirnya aku menjadi siswi Generation High School….
Sulli menelponku, ia memberitahu bahwa ia juga diterimaGeneration High School. Aku sangat senang mendengar berita darinya. Semua kru dan aku merayakanya di Basecamp, tak lupa aku mengundang Sulli juga. Aku berdoa, semoga aku bisa membuat semua kru merasa bahagia.
“Aku sangat senang…” ujar Sulli padaku. Lalu ia menyunggingkan senyumannya. Aku hanya mengangguk lalu ikut tersenyum. “Aku tidak menyangka akan memiliki keluarga baru. Kalian sudah kuanggap sebagai keluargaku..” ujarnya lagi. Aku menenggak minuman ku, “Aku juga senang bisa kenal denganmu, Sulli..” ucapku kepada Sulli.
Besok hari pertamaku masuk ke Generation High School. Akan kugantungkan cita-cita setinggi langit disana. Aku berharap akan menjadi seorang Diva nantinya. Semua ini berkat dukungan dari semua kru. Aku sangat menyayangi mereka. Kru bukanlah sekelompok yang akan membantu kita dalam menjalani pekerjaan saja. Tetapi, kru adalah sekelompok yang menyadarkan aku tentang sebuah keluarga dan kebersamaan.
Aku merasa kurang yakin saat berdiri tepat digerbang Generation High School. Chondoong oppa mencoba meyakinkanku. Semua ucapannya berhasil membuatku percaya untuk masuk kesana. Aku menoleh kebelakang, Chondoong oppa melambaikan tangan sambil tersenyum lalu pergi. Aku gugup sekali kali ini. Aku tersentak kaget ketika seseorang menyambar lenganku. Aku sontak menoleh kearahnya, dan ternyata adalah Sulli. Dia benar-benar gadis yang cantik. Rambutnya panjang dengan kunciran kecil dirambutnya. Begitu manis.
“Annyeong, Ji Eun..” ujar Sulli terdengar sangat senang. “Ahh…Annyeong Sulli..” jawabku kepada Sulli. “Hari ini, hari pertama kita disini bukan?” ujarnya. Aku hanya mengangguk. “Aku berharap, kita bisa sekelas ya…” ucapnya lagi. “Ya, ku harap begitu..” ujarku. Kami menelusuri koridor. Sekolah ini sungguh besar. Takjubku dalam hati. Aku merasa sedang bermimpi. Murid-murid disini terlihat sangat kaya. Hati kecilku mulai mengumpat.
“Sulli, sekolah ini sangat besar..”ujarku kepada sulli dengan rasa takjub. “Ne, kau benar Ji Eun. Aku sering sekali kesini…” tukas Sulli yang membuatku terkejut. “Sering??” tanyaku. “Ya, waktu aku SMP aku sering kesini. Disini ada sepupuku…” ujar Sulli padaku. “Oohh..”jawabku. “Kau ingin lihat tempat paling indah disini tidak?” ujar Sulli kepadaku. Aku mengangguk pelan.
Sulli mengajakku kesebuah tempat yang ternyata danau lepas yang sangat indah. Danau ini dikelilingi banyak pepohonan. Beberapa diantaranya terdapat bangku taman. Anginnya sangat sejuk. Danau ini dapat menenangkan hati. Tidak terdengar lalu lalang kendaraan yang ramai itu. Hanya desir air dari danau yang kudengar. Sangat menakjubkan.
Aku dan Sulli duduk disalah satu bangku taman. Kami tidak saling bicara. Hanya memejamkan mata, menikmati semua keindahan panorama yang ada disini. Sungguh kunikmati. Sepintas, bayangan Jin Young oppa terlintas dibenakku. Aku merasa dia tepat didepanku. Entah mengapa rasa itu begitu kuat. Rasanya tidak ingin kubuka mataku. Aku berdoa, kebahagiaanku sekarang tidak dirusaki oleh bayangan Jin Young oppa. Aku akan melupakanmu oppa…
Sudah sekitar setengah jam aku disini bersama Sulli, dan masih memejamkan mata. Seseorang menepuk pundak Sulli. Sulli membuka matanya, begitupun denganku. Kulihat Sulli tersenyum kepadanya. Aku pun ikut tersenyum. Aku tidak mengenalnya. Tetapi sepertinya Sulli mengenalnya dengan baik.
“Ji Eun, ini sepupuku. Baro..” ujar Sulli memperkenalkannya kepadaku. Aku tersenyum, “Hai, aku Ji Eun..” ucapku. “Hmm, Baro..” jawabnya. “Ji Eun, dia ini sepupuku yang aku critakan tadi. Dia senior kita disini..” ujar Sulli. “Ahh..senang bisa kenal denganmu oppa..” ujarku. “Wae? Oppa?” tukas Baro padaku. “Ne..” ujarku ragu. “Hahaha..biarkan Baro, dia memanggilmu oppa..” ucap Sulli kepada Baro. Sepertinya Baro tidak menyukai ucapanku tadi. “Baiklah, terserah kalian saja. Aku harus kembali kekelas..Bye.” ujar Baro padaku dan Sulli. Aku hanya tersenyum.“Maaf atas perilaku Baro yang seperti itu..” ujar Sulli padaku. “Haha, tidak apa-apa..”jawabku mencoba memaklumi. “Semua orang disini, seperti Baro. Sedikit cuek dan membosankan. Tapi sebenarnya, Baro itu laki-laki yang sangat menyenangkan dan baik..” jelas Sulli kepadaku. Aku hanya mengangguk mengerti.
TO BE CONTINUED…
 
Leave a comment

Posted by on January 26, 2012 in FanFiction

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: