RSS

ONE LOVE part 2

26 Jan
Jalanan seoul pagi ini begitu ramai. Aku dan yang lainnya mulai mencari uang lagi. Bernyanyi dari mobil pertama, kemobil selanjutnya. Kami bekerja tidak mengandalkan satu sama lainnya. Kami membagi wilayah, aku mendapatkan wilayah didaerah persimpangan lampu merah. Sebuah mobil sedan silver  tiba-tiba melesat dihadapanku. Aku tidak bisa bergerak, akhirnya mobil itu mencium kaki kananku. Aku pun sontak terjatuh mencium tanah. Aku merintih. Mobil silver itu berhenti. Chondoong oppa berlari menghampiriku. Lenganku merah. Kaki kananku memar. Untungnya, aku tidak luka berat. Chondoong oppa terlihat marah sekali. Ia mengetuk kaca sipengemudi. Lalu sipengemudi turun dari mobil.
“Hei!! Jangan seenaknya menabrak orang!!!” tukas Chondoong oppa marah. “Mian..Jeongmal Minhae..” ujar supir tersebut dengan nada gemetar, lalu menghampiriku. “Kau tidak apa-apa nona?” ucapnya ketakutan. Aku mengangguk. “Hei!! Tanggung jawab!!” ujar Chondoong oppa terbakar emosinya sendiri. “Oppa! Aku tidak apa-apa..” ucapku lalu berusaha bangun dibantu oleh supir mobil itu. Banyak pasang mata yang memperhatikan kami.
“Ji Eun! Jangan kira kalian orang kaya seenaknya menabrak pengamen seperti kami!” ujar Chondoong oppa membara. “Jeongmal Minhae…aku akan ganti rugi..” ujar si supir. Tiba-tiba seorang laki-laki keluar dari mobil itu. Aku menoleh kearahnya. Aku terkejut, sangat terkejut. Lelaki itu ternyata Jin Young oppa.
“Heii!! Cepatlah. Aku sudah terlambat..” ujar lelaki itu yang ternyata Jin Young oppa kepada supirnya. Jin Young oppa sangat berbeda. Wajahnya telihat begitu tampan. Begitu tinggi, dan begitu rapih. Memakai jas hitam dengan kemeja putih juga dasi. Sepatu yang bagus. Rambut coklatnya tidak berubah, dan bandana dikeningnya pun tidak berubah.
Jin Young oppa menoleh kearahku. Nampaknya ia terkejut juga melihatku disana. Lenganku tergantung di lengan Chondoong oppa. Wajahnya begitu flat (datar) tidak kulihat ekspresi apa pun. Aku tetap diiam membisu. Jin Young oppa kembali masuk kedalam mobilnya setelah supirnya menganggukkan kepala. Supir itu meminta maaf lagi. Lalu memberikan uang sebagai tanda maafnya. Kami menerimanya. Setidaknya uang ganti rugi itu lebih banyak dibandingkan uang penghasilan ku dalam seminggu. Dia pergi begitu saja.
Kakiku lemas sekali. Rasanya aku dihantui pemikiran tentangnya. Aku tidak tau harus bagaimana. Aku senang dapat melihatnya lagi. Tetapi aku sedih karna dia tidak mengenaliku. Chondoong oppa membawaku pulang ke Basecamp. Aku bersandar ditempat tidurku. Chondoong oppa memberiku segelas air putih. Aku menenggaknya sampai habis.
“Kau tidak apa-apa?” Tanya Chondoong oppa cemas. “Ne,oppa. Aku tidak apa-apa…” jawabku lalu tersenyum. Unnie Krystal datang dengan tergesa-gesa. “Saeng..kau tidak apa-apa?” tanyanya menghampiriku dengan nafas turun naik. “Ne,unnie. Aku tidak apa-apa…” jawabku lagi. Unnie Krytal duduk ditepi tempat tidurku sambil memegangi tanganku.
Semua kru datang menghampiriku. Aku senang mereka mencemaskanku. Aku sudah menganggap mereka sebagai keluargaku. Walaupun aku tau, Minho oppa tidak menyukaiku. Tapi aku senang, bisa mendapat perhatian dari mereka semua.
“Hei. Kau selalu membuat onar!!” ujar minho oppa terdengar tidak menyukaiku sama sekali. “Minho. Kau ini, bisa kah kau bersikap baik terhadap saeng mu?” ujar unnie Krystal kesal. Minho oppa hanya menatap sinis kepadaku. “sebaiknya kau istirahat dulu..” ucap unnie Hoya kepadaku. “Sungguh merepotkan..” cibir Minho oppa lagi. Kulihat Chondoong oppa hanya tertawa. Unnie Krystal memukul lengan Minho oppa yang berdiri tepat disamping unnie Krystal. “Kau ini…” ujar unnie krystal kesal. Semua kru tertawa, aku pun tertawa melihat mereka tertawa.
“Kau banyak-banyak istirahat ya saeng..” ujar oppa Hyun kepadaku. Aku hanya mengangguk. Minho oppa masih menatapku dengan sinis. “Hmm..minho oppa, aku minta maaf jika selalu merepotkanmu…”ucapku lirih. “hei, Ji eun. Kau tidak perlu minta maaf kepada Minho. Dia ini hanya iri kepadamu..” ujar unnie Hoya kepadaku. “Apa katamu? Aku iri? Heh, tidak mungkin…” ucap Minho oppa lalu pergi begitu saja.
“Gomawo…” ucapku kepada mereka semua. “Aku sungguh minta maaf karna banyak merepotkan kalian. Sementara ini, aku tidak bisa bekerja dulu..” ujarku lagi. “Tidak apa-apa saeng…” ucap unnie Krystal diikuti anggukan semua kru. Aku tersenyum. Aku bahagia bisa memiliki mereka. Aku sadar, bahwa selain Jin Young oppa yang menyayangiku dulu, sekarang ada mereka yang menyayangiku.
Aku merasa bosan, sudah dua hari hanya berbaring ditempat tidur. Aku pergi keluar untuk membeli sereal ditoko. Walaupun kami seorang gelandangan, tetapi Chondoong oppa selalu mengajariku agar hidup selayaknya masyarakat biasa. Kami mampu membeli bahan makanan untuk kehidupan kami sehari-hari. Chondoong oppa mengajariku agar berpakaian yang layak. Kami memang gelandangan, tetapi kami juga tau tentang etika.
Kutelusuri jalan menuju supermarket terdekat. Kulihat sebuah papan reklame yang cukup besar bertuliskan ‘Pendaftaran Murid baru atas Beasiswa di Generation High School..’ kukerutkan keningku. Terlintas dibenakku untuk ikut dalam program beasiswa disekolah tersebut. Sejak dulu, aku ingin sekali merasakan sekolah. Mencoba mempertimbangkan program beasiswa itu. Aku pun harus memberitahukan kepada semua kru.
“Apa? Sekolah?” ujar semua kru serempak ketika mendengar penjelasanku untuk bersekolah. Aku mengangguk. “Aku mohoon.. aku ingin sekali merasakan sekolah.” Ujar Ji Eun yang kali ini dengan nada memohon. “Biarkan Ji Eun sekolah…” ucap Chondoong oppa yang tiba-tiba datang dari balik pintu. “Kau ini, selalu saja membela dia…” ujar minho oppa yang sedari tadi berdiri bersandar didinding Basecamp. Chondoong oppa melirik kearah Minho oppa dengan tatapan tidak suka. “Sudah..jangan seperti ini..” ucap unnie Krystal mencairkan ketegangan diantara mereka. Chondoong oppa menghampiriku. “Kau ingin ikut program beasiswa Generation High School kan?” tukas Chondoong oppa duduk disebelah ku. Aku mengangguk. “Ikutlah…” ucap Chondoong oppa sambil memandang langit-langit Basecamp.
“Ciih..selalu memaksakan diri. Aku muak…” ujar Minho oppa lalu pergi dari Basecamp diikuti oleh unnie Krystal yang berusaha menahannya pergi. “Minhoo…” teriak unnie Hoya dan Hyun oppa. Aku merasa menjadi penyebab perang dingin antara Chondoong oppa dan Minho oppa. Aku menoleh kearah Chondoong oppa yang masih memandangi langit-langit Basecamp. “oppa, kau tidak apa-apa?” ujarku pelan-pelan. Chondoong oppa menoleh kearahku, lalu tersenyum. “Ne.. kejarlah yang kau inginkan Saeng..” ucap Chondoong oppa sambil menatapku dalam-dalam.
TO BE CONTINUED…
 
Leave a comment

Posted by on January 26, 2012 in FanFiction

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: