RSS

Sincere Desire part 2

26 Jan
“Keito ?” ucap Hannah terkejut. Lalu tersenyum tidak percaya. Keito menghampiri Hannah.
“Hei..bagaimana kabarmu?” ucap Keito pertama kalinya, setelah dua tahun tidak bertemu.
“Aku baik saja. Bagaimana denganmu?” ujar Hannah sangat senang.
“Hmm..aku baik juga. Silahkan duduk..” tukas Keito. Hannah duduk disebelah Keito. Terlihat kebahagiaan diwajah Hannah.
                Pertemuan yang tak terduga. Setelah tidak bertemu kurang lebihnya selama dua tahun. Keito Okamoto dan Hannah Jessica merupakan teman baik. Mereka berteman ketika satu sekolah di London, Inggris. Hubungan mereka semakin dekat, dan sekarang mereka saling ingin memiliki. Tetapi, semuanya sulit dilewati. Karna mereka saling diam tentang perasaan mereka.
                Hari yang menyenangkan untuk Hannah. Bertemu dengan sahabat karibnya, didalam satu pekerjaan. Keito okamoto adalah model sekaligus seorang penyanyi yang sama barunya dengan Hannah. Pertemuan mereka, merupakan pertemuan kerja sama antara Agency Hannah dan Agency Keito. Mereka akan bekerja sama didalam pemotretan untuk sebuah iklan. Mereka akan menghabiskan waktu bersama yang cukup lama.
                Keito memanfaatkan waktunya bertemu dengan Hannah dengan sebaik-baiknya. Ia sangat merindukan Hannah, begitupun dengan Hannah. Sepertinya ini akan menjadi tahun yang menyenangkan untuk Keito.
“Kenapa tidak menelpon ku ketika kau sudah di Jepang?” ujar Keito sambil menyodorkan sebuah Es Krim Strawberry.
“Aku sangat sibuk, hingga lupa memberitahu mu..” ucap Hannah lalu melahap Es krim nya.
“Kau sama sekali tidak berubah..” ujar Keito lagi. Hannah memandangi Keito. “Kenapa? Kau tidak setuju dengan ucapanku?” sambung Keito ketika Hannah memandanginya dengan wajah bingung. “Lihat dirimu..kau sama sekali tidak berubah ketika makan Es krim..” ujar Keito lalu menghapus sisa Es krim disudut mulut Hannah, dan memperlihatkannya ke Hannah. Hannah hanya tertawa geli.
“Yah..begitulah..” ujar Hannah masih tertawa geli.
“Bagaimana kabar ayahmu?” ujar Keito sambil memakan perlahan Es Krimnya.
“Euumm…dia sedang kurang sehat. Mungkin karna belum terbiasa udara di Jepang..” ujar Hannah yang masih sibuk dengan Es Krimnya.
“Kulihat kau jadi terkenal sekarang…” tukas Keito.
“Hmm..” jawab Hannah singkat.
“Apa kau bisa menemaniku pergi berjalan-jalan??” ujar Keito kepada Hannah. Hannah memandanginya.
 “Sudah lama sekali bukan, kita tidak pergi bersama?” ucap Keito ragu-ragu.
“Hmm..baiklah….” ujar Hannah dengan wajah datar.
………………………………………………
Hari ini memang bukan hari keberuntungan Rei. Banyak sekali masalah yang dia dapatkan. Mulai dari mejanya yang dibakar, hingga peristiwa terkuncinya dia dikamar mandi. Kelihatannya Rei akan menjadi bulan-bulanan mereka. Kesabaran Rei sudah habis. Dia berencana akan membalikkan keadaan. Sehingga mereka tidak lagi memperlakukan Rei seenak mereka.
                Ketika Rei berjalan melewati ruang music, ia tidak sengaja mendengar percakapan Ryosuke dengan teman-temannya. Rei memberhentikan langkahnya, lalu mendengarkan dengan sangat seksama ketika namanya disebut sebut.
“Ini belum apa-apa Chii.. Rei Matsuyama akan mendapatkan yang lebih dan akan membuatnya sangat menderita berada disini..” ujar Ryosuke dari dalam ruang music.
                Rei sangat terkejut mendengar ucapan Ryosuke. Tanpa basa-basi lagi, Rei masuk kedalam ruang music dan tidak lupa menggebrak pintu keras-keras yang membuat Ryo, Chii, dan Yuto terkejut.
“Ternyata semua ini ulah kalian??!!!!” tukas Rei membara-bara.
“Re..Rei..” ucap Chii terkejut lalu menghampiri Rei. “Jangan salah paham Rei..” ujar Chii lagi.
“Apa maksud kalian melakukan ini semua??!!!!!!” ujar Rei lepas kendali.
“Kami butuh hiburan..” sahut Ryo sangat enteng. Chii dan Yuto terkaget-kaget mendengar ucapan Ryo.
“Ryo..ini bukan main-main…” ujar Yuto.
“Diam kau..” ujar Ryo sambil menghampiri Rei. Tatapannya sangat mencekam. “Jika kau sudah mengetahui ini ulah kami, apa yang akan kau lakukan? Melapor kepada ketua komisaris? Hah..” ujar Ryosuke yang membuat Rei jengkel.
                Mereka benar-benar tidak mengetahui bahwa Ryu adalah ketua komisaris disini. Gumam Rei didalam hati. Rei hanya terdiam, menahan emosi. Akhirnya Rei pergi dengan langkah cepat. Ryosuke tersenyum puas melihat penderitaan Rei.
                Rei Matsuyama bukanlah gadis yang lemah dan cengeng. Kakaknya yang bernama Kenichi Matsuyama selalu mengajarinya kerasnya hidup. Kenichi selalu berusaha menegarkan Rei saat ia tidak kuat untuk berdiri sendiri. Kenichi merupakan anggota keluarga satu-satunya yang Rei punya. Kenichi segalanya untuk Rei. Rei akan melakukan apapun untuk kakaknya itu, dan juga sebaliknya.
                Kenichi Matsuyama sekitar berumur 21 tahun. Seorang mahasiswa diuniversitas seni Tokyo. Ia sama dengan Rei, hanya seorang murid beasiswa yang selalu direndahkan karna status sosialnya. Ia juga bekerja paruh waktu sebagai seorang Batender disebuah Club malam. Maka dari itu, Rei sangat mandiri. Setelah sepulang sekolah, Rei bekerja disebuah toko roti. Apapun akan ia lakukan untuk membantu kakaknya mencari uang.
                Kehidupan Rei dan Kenichi tidak semudah yang dilihat. Walaupun mereka hanya berdua, mereka merupakan dua bersaudara yang saling menyayangi. Rei memang terlihat seperti cewek tomboy dan begajulan. Tetapi disisi lain, dia seorang gadis yang rajin dan sangat pintar memasak. Kenichi tidak pernah menghabiskan uangnya hanya untuk makan makanan enak direstoran. Dia lebih memilih untuk makan makanan yang dimasak oleh adiknya.
                Kemandirian Rei membuat para tetangga disekitar mereka sering membantu. Misalnya, seorang nenek yang usianya sekitar 60 tahun sering memberikan kue untuk Rei dan kakaknya. Tetangga lainnya pun sering memberikan mereka uang, tetapi karna hasil kerja mereka.
                Hari ini Kenichi pulang lebih cepat dari biasanya. Ketika Rei bangun tidur dan bersiap-siap ingin pergi kesekolah, kenichi sudah menyiapkan sarapan. Rei senang kakaknya pulang cepat, karna akan mengurangi rasa lelahnya sedikit. Kenichi menyambut Rei dengan senyuman. Rei selalu merasa tenang dan nyaman ketika berada didekat kakaknya itu. Mereka pergi bersama dengan menggunakan Skuter tua, yang dibeli hasil kerja keras Kenichi selama ini. Rei berharap semoga hari ini menjadi hari yang menyenangkan.
                Ketika sampai dikelas, tidak disangka Ryosuke dan teman-temannya itu menghampiri Rei. Ryu yang duduk beda dua bangku dari bangku Rei, memandangi gerak-gerik Ryosuke. Rei merasa heran dan jengkel dengan kedatangan Ryosuke. Ryosuke duduk disebelah Rei, yang pada saat itu kosong belum ada yang mendudukinya. Ryu terus mengawasi Ryosuke tanpa memandangi mereka semua. Wajah Ryu masih serius dengan buku yang sedang ia baca.
“Mau apa kau?” ujar Rei sangat ketus. Ryosuke menatap Rei dengan sangat tajam dan mematikan.
“Aku hanya ingin berdamai..” ucap Ryo kepada Rei yang wajahnya berubah menjadi terkejut. Chinen hanya memandangi keluar jendela. Sedangkan Yuto hanya berbincang dengan temannya. Perasaan Rei mengatakan ini sesuatu yang berbahaya.
“Ini…” ujar Ryo lagi sambil memberikan sebuah undangan fanmeet party kepada Rei.
“A…apa ini?” ucap Rei terheran-heran.
“Itu undangan VIP fanmeet party kami bertiga. Datanglah….karna kau sudah menjadi temanku. Kita sudah berdamai bukan??” ujar Ryosuke. Rei hanya mengangguk menatap Ryosuke dengan sejuta keanehan.
“Baiklah..hanya itu yang ingin kusampaikan. Semoga kau bisa menghadiri fanmeet party itu… have a nice day….” Ucap Ryosuke lalu pergi meninggalkan kelas Bussiness diikuti dengan Chinen dan Yuto.
                Sejuta rasa penasaran dan keanehan mengeliling kepala Rei saat ini. Ia masih memandangi undangan itu. Aneh sekali jika aku diajak ke fanmeet party besok malam. Ucap Rei kebingungan. Ryu hanya memperhatikan Rei dari bangkunya. Ryu juga penasaran dengan sikap Ryo tadi. Mengapa Ryo sangat baik terhadap Rei? Bukankah Rei itu musuhnya? Gumam Ryu dalam hati.
                Pikiran Rei dan Ryu buyar seketika sekumpulan murid perempuan berteriak-teriak didalam kelas. Rei hanya berdecak lidah lalu pergi keluar kelas. Sedangkan Ryu menghampiri sekumpulan perempuan itu, lalu merampas sebuah majalah yang sedang mereka ributkan. Semua murid perempuan itu memandangi Ryu dengan sangat aneh. Ryu memperhatikan baik-baik cover majalah itu. Ini kan wanita yang diposter. Ujar Ryu dalam hati. Ketika Ryu melihat kearah model laki-laki yang discover majalah itu, entah mengapa ia merasa sangat tidak menyukainya. Dengan cepat, Ryu merobek cover majalah itu.
                Murid-murid perempuan itu serempak berteriak ketika melihat ulah Ryu yang seenaknya. Setelah merobek majalah itu, Ryu pergi begitu saja. Tangannya terkepal kuat saat ia berjalan dikoridor. Ryu berfikir dengan keras, sibuk dengan gumaman hatinya. Ada apa denganku ini? Mengapa aku merasa kesal dan sangat sesak? Gumam Ryu dalam hati. Semuanya mereda ketika melihat Ryosuke yang sedang berbincang dengan Rei. Mengapa Ryosuke tertawa? Begitupun dengan Rei. Ujar Ryu aneh. Ryu melihat Chinen memandangi mereka dari kejauhan.
                Ada apa ini? Gumam Ryu sangat kebingungan. Ryu tidak lepas memandangi mereka, hingga melewati mereka berdua. Ryo menatap Ryu dengan rasa sangat puas, tidak lupa Ryo menyunggingkan senyuman liciknya itu. Ini semua tipuan. Ujar Ryu dalam hati. Aku berharap Rei tidak termakan ucapannya. Gumam Ryu.
“Maaf…kemarin-marin kelakuanku buruk sekali…” ujar Ryosuke kepada Rei. Rei hanya memandangi Ryu dengan rasa yang mulai berbeda.
“Hmm..tidak apa-apa…” ujar Rei. Ryosuke tersenyum kepada Rei.
to be continued…
 
Leave a comment

Posted by on January 26, 2012 in Sincere Desire

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: