RSS

Sincere Desire part 3

26 Jan
Setelah pertemuan pemotretan minggu lalu, Keito memutuskan untuk mengajak Hannah berjalan-jalan kesebuah Mall di Tokyo. Mereka pergi makan dan menonton film. Kebahagiaan sangat dirasakan mereka berdua. Walaupun disetiap perjalan mereka selalu diganggu para fans mereka, namun Hannah dan Keito merasa ini menyenangkan.
“Hannah..apa kau merasa senang hari ini?” Tanya Keito ke Hannah saat menyusuri jalan Tokyo.
“Emm…ya..” jawab Hannah sambil memandangi ujung jari kakinya.
“Kau suka film yang tadi kita tonton tidak?” Tanya Keito lagi.
“Iya.. akhir-akhir ini kau cerewet sekali yah…” ujar Hannah lalu menatap Keito. Keito memberikan respon yang aneh, hingga memperlihatkan jika ia sedang salah tingkah.
“Maaf..jika aku seperti itu…” ucap Keito sambil menunduk. Hannah memberhentikan langkahnya lalu menatap keito. Keito pun ikut memberhentikan langkahnya.
“Aku sangat merindukanmu Keito..” ucap Hannah lalu berjinjit untuk memeluk Keito. Reaksi pertama Keito memang sangat terkejut. Tetapi ia memeluk balik Hannah, pelukannya jauh lebih erat. Keito yang merasa sangat merindukan Hannah.
                Tiba-tiba sesuatu kejadian yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Hannah dan Keito terciprat air dari kubangan didekat mereka. Mereka pun melepaskan pelukan mereka. Badan mereka dipenuhi dengan air kotor. Keito berusaha membersihkan air kotor itu dari wajah Hannah. Kebahagiaan mereka berhenti sampai disitu ketika seseorang keluar dari mobil yang telah menciprat mereka berdua.
                Laki-laki bertubuh tinggi , tidak begitu gemuk tetapi tidak begitu kurus juga, wajahnya tampan, kulitnya putih seputih susu. Memakai jas hitam dengan kemeja putih didalamnya. Rambutnya lurus jatuh, berwarna agak kecoklatan. Matanya pun coklat pekat.
“Inoo senpai..” ujar Hannah kepada lelaki itu. Lelaki itu menghampiri Hannah dengan langkah cepat.
“Hannah..Maafkan aku..aku tidak tau kalau itu dirimu…” ucap lelaki itu yang ternyata namanya Kei Inoo. Keito hanya memandangi mereka berdua dengan wajah yang sangat tidak menyenangkan.
“Aahh..iya..tidak apa-apa senpai..” ujar Hannah lagi. Ia mulai risih ketika Kei Inoo membersihkan wajahnya yang kotor dengan sapu tangan.
“Aku akan mengantarmu pulang..” ujar Kei Inoo lalu menarik tangan Hannah. Tiba-tiba Keito menahan lengan Kei Inoo.
“Maaf sebelumnya…anda tidak bisa membawa dia seenaknya. Hannah akan pulang denganku….” Ucap Keito yang membuat Hannah menjadi bingung. Kei Inoo tidak setuju dengan ucapan keito yang membuat mereka berkelahi, mereka beradu mulut sambil tarik-menarik tangan Hannah. Sikap mereka membuat Hannah jengkel.
“BERHENTI !!!” ujar Hannah sedikit berteriak yang membuat banyak pasang mata memperhatikan mereka bertiga. Keito dan Inoo memandangi Hannah dengan penuh keanehan tetapi ego mereka mulai mereda.
“Dengar! Aku tidak akan pulang dengan siapa pun!” tukas Hannah lalu pergi meninggalkan mereka berdua yang masih memandangi Hannah dari kejauhan.
                Kejadian tadi membuat Hannah tidak ingin diganggu dengan siapapun. Keito berkali-kali menghubunginya, begitupun Inoo yang terus mengirimkan sms. Hannah hanya berdecak lidah ketika ponselnya berbunyi karna Keito menelponnya terus-menerus. Entah bagaimana keadaan hari esok untuk Hannah. Dia pasti tidak ingin menemui salah satu dari mereka.
………………………………………..
Rei memutuskan untuk datang keacara Fanmeet Party itu. Pakaiannya sangat sederhana, rambutnya hanya terikat rapih. Benar-benar berpenampilan sederhana. Rei dijemput dengan Yuto menggunakan sepeda motornya. Suara mesin motornya yang sangat berat, meraung-raung yang membuat hampir semua tetangga Rei terbangun sesekali berteriak dari dalam rumah mereka. Rei hanya memperingatkan Yuto agar lain kali tidak membawa benda itu lagi.
                Rei dan Yuto sampai ditempat tujuan mereka. Rei terkejut ketika melihat fanmeet party itu bukanlah acara yang sederhana, melainkan acara yang sangat mewah. Yuto mengajak Rei kedalam gedung itu. Rei seperti ragu-ragu memasuki gedung tersebut. Rei merasa atmospherenya mulai berbeda. Seperti ada yang tidak beres. Ujar Rei dalam hati. Yuto memang tidak memaksakan Rei masuk kedalam gedung itu. Yuto hanya berpesan untuk tidak berada diluar, karna akan dianggap gelandangan oleh keamanan. Akhirnya Rei memutuskan untuk ikut masuk kedalam gedung tersebut bersama Yuto.
                Ketika Rei masuk kedalam gedung tersebut, semuanya memandanginya dengan sangat aneh. Begitupun Rei, ia sangat terkejut ketika melihat semua orang yang berada didalam gedung. Ini… ujar Rei lagi didalam hati. Rei tidak menemukan Ryo didalam gedung tersebut. Yuto pun sudah menghilang meninggalkannya. Sekarang ia kebingungan mencari-cari Ryo didalam kerumunan tamu-tamu.
                Ketika dia sedang berusaha melewati kerumunan orang-orang tersebut, tiba-tiba seseorang mendorongnya hingga wajahnya masuk kedalam sebuah sup dengan mangkuk yang sangat besar. Teriakan Rei membuat semua orang memandanginya, lalu semuanya mentertawakannya. Wajahnya dipenuhi oleh sup krim, untungnya sup itu tidak panas. Dia mencoba membersihkan wajahnya sambil menahan air matanya. Chii menghampirinya.
“Rei…kau tidak apa-apa?” ucap Chii sambil berusaha membantu membersihkan wajah Rei. Rei hanya menunduk diam.
“Aku tidak apa-apa…” ujar Rei lalu melangkah pergi.
Tiba-tiba Rei tersandung sesuatu, lalu ia terjungkal hingga membuat sebuah stand makanan hancur lebur karna terdorong tangannya. Semua bajunya sekarang dipenuhi noda-noda makanan. Chii berlari menghampiri Rei lagi. Semua orang terus mentertawakan Rei. Rei tetap pada posisinya, mencoba membersihkan pakaiannya yang kotor. Seseorang menghampiri Rei, Chii berhenti menghampiri Rei. Ternyata Ryu. Semua orang masih mentertawakan Rei. Ryu membantu Rei pergi dari sana. Chii hanya terdiam memandangi Rei pergi dengan Ryu merangkulnya.
Rei menangis. Pertama kalinya ia menangis didepan orang, selain Kenichi. Ryu hanya duduk disamping Rei tanpa bersuara. Ryu membiarkan Rei menangis sepuasnya. Ryu mengerti apa yang dirasakan Rei. Ryo benar-benar keterlaluan. Ujar Ryu dalam hati. Rei menangis sesekali mengusap hidungnya yang mulai mengeluarkan cairan lender. Handphonenya Rei berbunyi. Chii ?? ucap Rei didalam hati. Rei mengangkat telpon dari Chii. Ryu hanya memandanginya. Terkadang dia mengatakan ‘Ya’ atau ‘Tidak apa-apa’. Setelah itu Rei menutup telponnya.
“Terima kasih banyak Ryu.. sudah menolongku lagi…” ucap Rei masih terisak. Ryu hanya menganggukan kepala. Seketika Chii muncul menghampiri mereka. Ryu mengerutkan keningnya.
“Rei…” teriak Chii yang membuat Rei menoleh kearahnya.
“Ryu..sebaiknya kau pulang. Maaf telah merepotkanmu…” ujar Rei. Lalu Ryu pergi.
“Chii..” ucap Rei ketika Chii duduk disampingnya.
“Kau benar-benar tidak apa-apa kan?” ujar Chii sangat cemas. Rei hanya mengangguk.
“Terima kasih Chii, kau sudah baik kepadaku…”  ucap Rei.
“Aku minta maaf Rei, aku tidak tahu kalau akan seperti ini kejadiannya..” kata Chii sambil membantu Rei membersihkan noda makanan yang ada di baju Rei. Rei hanya diam. Namun dia menyadari dan berpikir bahwa dirinya telah termakan perangkap Ryo .
“tidak perlu minta maaf Chii… ini bukan salahmu. Ini salahku yang langsung percaya begitu saja pada temanmu itu.. “ kata Rei sambil tersenyum.
                Rei melihat sedikit ekspresi kecewa, sedih, dan marah bercampur aduk di wajah Chii. Rei tidak berpikir bahwa Chii sama dengan Ryo. Apa yang terjadi dengan mereka? Mereka bertiga sangat berbeda namun bersahabat. Rei sangat ingin bertanya tentang hal itu, namun Rei pikir ini bukan saat yang tepat. Rei lebih memilih diam dan membiarkan Chii membantunya membersihkan bajunya.
                Chii dan Rei tidak menyadari bahwa ada dua pasang mata yang memandangi mereka dengan tatapan yang sangat tajam. Victoria dan Ryo. Mereka memandangi Chii dan Rei dari dua tempat yang berbeda. Tidak hanya pandangan mereka kepada Rei dan Chii yang mengerikan, tetapi juga rencana yang tersirat di dalam hati mereka.  Benar-benar tak bisa dibayangkan.
to be continued..
 
Leave a comment

Posted by on January 26, 2012 in Sincere Desire

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: